Abdulmaalik’s Weblog

jepang tidak peduli protes cina atas senkaku

Juni 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Beijing, Sinar Harapan
Pemerintah Jepang menegaskan bahwa Kepulauan Senkaku merupakan bagian dari wilayah teritorial Jepang dan klaim Cina atas wilayah tersebut tidak berdasar. Maka Jepang tidak peduli atas protes Cina mengenai klaim pulau tersebut.
Demikian tanggapan Duta Besar Jepang untuk Cina, Koreshige Anami. Ini berkaitan dengan protes yang dilayangkan oleh Kementerian Luar Negeri Cina pada Minggu lalu (5/1).
Protes tersebut menyangkut soal langkah Jepang menyewa tiga pulau yang
diperselisihkan dari seorang pemilik pribadi, dengan menyebut tindakan itu tidak sah dan tak dapat diterima. Demikian menurut kantor berita resmi Xinhua.
Ketiga pulau kecil yang tak didiami di lepas pantai barat daya Cina itu termasuk di antara serangkaian lima pulau yang diklaim oleh Cina, Jepang dan Taiwan dalam satu perselisihan wilayah yang telah lama berlangsung.
Dalam pembicaraan telepon Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, mendesak Anami untuk menyampaikan protes dari Bejing kepada Tokyo agar pemerintah Jepang mengoreksi kembali tindakannya itu. Wang merasa tindakan sepihak Jepang mengenai penyewaan Kepulauan Diauyu, begitu Beijing menyebut Senkaku, merupakan tindakan ilegal dan tidak dapat diterima. Wang juga mengatakan kepada Anami bahwa pencabutan tindakan Tokyo tersebut merupakan langkah penting dalam memelihara hubungan bilateral.
”Setiap aksi sepihak atas pulau-pulau itu oleh pihak Jepang adalah ilegal dan tidak sah, yang tidak akan diterima oleh Cina,” kata Wang.
”Pemerintah dan rakyat Cina memiliki kebulatan hati yang teguh untuk melindungi kedaulatan wilayah negara ini,” katanya lebih lanjut.
Namun Anami tidak mau meneruskan protes tersebut ke Tokyo karena merasa Senkaku jelas-jelas dimiliki Jepang.
Menurut harian Japan Times, pemerintah Jepang Oktober tahun lalu diketahui telah menyewa tiga pulau dari Kepulauan Senkaku selama satu tahun secara retroaktif sejak 1 April 2002. Tiga pulau tersebut yaitu Uotsurishima, Minami-Kojima dan Kita-Kojima.
Pulau-pulau tak berpenghuni tersebut dimiliki oleh seorang warga negara Jepang.
Sumber-sumber mengatakan bahwa pemerintah bermaksud memperbaharui kontrak sewa sebesar 22 juta yen pada tahun ini.
Langkah tersebut mengundang protes dari Cina.
Kepulauan Senkaku terletak di sebelah timur laut Cina atau terletak di antara Taiwan dan Okinawa. Cina menamai kepulauan tersebut Diaoyu sedangkan Taiwan menamainya dengan Tiaoyutai
Jepang mengklaim kepulauan tersebut pada tahun 1895 dan sempat dikendalikan oleh Amerika Serikat (AS) pasca-PD II.
Senkaku kemudian dikembalikan kepada Jepang pada tahun 1972 bersamaan dengan pengembalian Okinawa oleh AS.
Sedangkan juru bicara kementerian luar negeri Zhang Qiyue awal pekan lalu menyatakan bahwa pulau-pulau itu milik Cina sejak zaman purbakala.
Penyewaan pulau-pulau itu oleh Jepang mungkin dapat mencegah pemiliknya menjual rangkaian pulau tersebut.
Cina menyerahkan ketiga pulau yang memiliki akses ke dasar penangkapan ikan yang kaya dan mungkin simpanan minyak itu kepada Jepang bersama dengan Taiwan pada 1985. Cina dan Taiwan mengklaim kepemilikan pulau itu sejak 1970-an, kata surat kabar berbahasaJepang itu.
Perselisihan itu merebak pada 1996 ketika tokoh sayap kanan Jepang membuat geram kalangan nasionalis Cina dengan membangun mercu suar pengganti di salah satu dari ketiga pulau tersebut untuk memperkuat klaim Jepang. (jt/ren)

 

Kategori: Uncategorized

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar